Bookmark

Kalkulator Durasi Baterai & Estimasi Beban (Watt ke Ah)

Kalkulator energi baterai
Kalkulator Durasi Baterai & Estimasi Beban

Hitung perkiraan lama pemakaian alat dari daya Watt, tegangan baterai, dan kapasitas Ah.

Tool juga menghitung arus baterai, pemakaian Ah per jam, serta kebutuhan Ah untuk target durasi tertentu.

Struktur perhitungannya akan memakai energi nyata yang dapat digunakan, bukan hanya Volt x Ah. Faktor batas pemakaian baterai, efisiensi sistem/inverter, jumlah alat, dan daya siaga ikut dihitung agar estimasinya lebih masuk akal.

Fitur Tools: 
  • Menghitung durasi baterai dalam jam dan menit.
  • Mendukung aki, Li-ion, dan LiFePO4.
  • Menghitung total beban Watt.
  • Konversi Watt menjadi arus Ampere dan Ah per jam.
  • Menghitung kebutuhan Ah berdasarkan target durasi.
  • Memperhitungkan efisiensi inverter, daya siaga, dan batas pemakaian baterai.

Masukkan data pemakaian

Gunakan nilai daya yang tertera pada alat atau hasil pengukuran Watt meter.

Tanpa API

Hasil estimasi

Hasil berubah otomatis saat angka diperbarui.

Perkiraan alat dapat menyala - -
Total beban alat dan inverter - -
Energi nominal baterai - Volt x Ah
Energi yang dapat dipakai - Setelah batas pemakaian dan rugi sistem
Arus dari baterai - -
Pemakaian kapasitas per jam - Perkiraan Ah yang keluar setiap jam
Laju penarikan baterai - Dibandingkan kapasitas Ah baterai
Kapasitas untuk target durasi - -
Masukkan data untuk melihat ringkasan perhitungan.
Estimasi ini bersifat perencanaan. Kapasitas nyata dapat berkurang karena umur baterai, suhu, kualitas inverter, kabel, lonjakan awal alat, dan karakter pelepasan aki.

Cara menghitung durasi baterai

Kapasitas Ah tidak dapat langsung dibandingkan dengan daya Watt karena satuannya berbeda. Tegangan baterai diperlukan untuk mengubah Ah menjadi energi Watt-hour atau Wh. Setelah itu, energi yang benar-benar dapat dipakai dibagi dengan total daya beban.

Energi nominalWh = Volt x Ah
Energi yang dapat dipakaiWh pakai = Wh nominal x batas pemakaian x efisiensi
Durasi pemakaianJam = Wh pakai / total beban Watt
Kebutuhan kapasitasAh = Watt x jam / Volt / efisiensi / batas pemakaian

Contoh sederhana

Baterai LiFePO4 12,8 V 100 Ah memiliki energi nominal 1.280 Wh. Bila batas pemakaian diatur 90% dan efisiensi inverter 90%, energi yang sampai ke beban diperkirakan sekitar 1.036,8 Wh. Beban total 105 Watt kemudian dapat menyala sekitar 9,87 jam.

Nilai awal yang dapat digunakan

Angka berikut hanya titik awal untuk simulasi. Gunakan spesifikasi produsen baterai dan hasil pengukuran alat jika tersedia.

Jenis bateraiBatas pemakaian awalCatatan
Aki timbal / lead-acid50%Pemakaian terlalu dalam secara rutin dapat memperpendek umur aki.
Li-ion80%Sesuaikan dengan batas BMS dan rekomendasi pembuat pack.
LiFePO490%Umumnya memiliki kapasitas pakai lebih besar, tetapi tetap mengikuti batas BMS.

Agar hasil lebih mendekati kondisi nyata

  • Ukur daya alat ketika benar-benar bekerja, bukan hanya membaca daya maksimum pada label.
  • Tambahkan konsumsi inverter saat tanpa beban pada kolom daya siaga.
  • Perhitungkan lonjakan awal untuk kulkas, pompa, kompresor, dan motor listrik.
  • Pastikan kemampuan arus BMS, kabel, sekering, dan inverter melebihi kebutuhan beban.

Pertanyaan umum

Apakah baterai 100 Ah pasti mengeluarkan 100 Ah?

Tidak selalu. Kapasitas nyata dipengaruhi umur, suhu, laju pelepasan, kondisi sel, tegangan penghentian BMS, dan metode pengujian produsen.

Mengapa daya inverter ikut dihitung?

Inverter juga memakai energi untuk bekerja. Konsumsi tanpa beban dan rugi konversinya dapat membuat waktu pemakaian lebih singkat.

Apakah hasil berlaku untuk sistem 24 V dan 48 V?

Ya. Masukkan tegangan nominal dan total kapasitas Ah bank baterai sesuai rangkaiannya. Pada baterai seri, tegangan bertambah tetapi Ah tetap. Pada baterai paralel, Ah bertambah tetapi tegangan tetap.

Apakah Watt dapat langsung diubah menjadi Ah?

Tidak tanpa tegangan dan waktu. Untuk menghitung Ah, diperlukan daya Watt, tegangan Volt, durasi pemakaian, serta faktor efisiensi sistem.