Tentukan ukuran kabel AWG dan mm2 dari tegangan, arus, serta panjang jalur. Tool menghitung tegangan yang hilang, tegangan sampai ke beban, resistansi kabel, dan daya yang berubah menjadi panas.
- Sistem DC 2 kabel, AC 1 fasa, dan AC 3 fasa.
- Pilihan tegangan 12 V, 24 V, 48 V, 220 V, 380 V, atau nilai sendiri.
- Konduktor tembaga dan aluminium.
- Rekomendasi ukuran AWG serta padanan mm².
- Pemeriksaan voltage drop dan kemampuan arus kabel.
- Menghitung tegangan pada beban, resistansi, daya panas kabel, dan persentase daya hilang.
- Bisa menguji ukuran kabel tertentu.
- Memperhitungkan suhu kabel, derating, power factor, dan reaktansi AC.
Masukkan data instalasi
Panjang kabel diisi satu arah dari sumber menuju beban.
Hasil perhitungan
Ukuran direkomendasikan berdasarkan voltage drop dan ampacity.
Cara kerja kalkulator ketebalan kabel
Kabel mempunyai resistansi. Saat arus mengalir, sebagian tegangan turun sepanjang kabel dan sebagian daya berubah menjadi panas. Efeknya lebih terasa pada sistem 12 V atau 24 V karena penurunan kecil dalam Volt dapat menjadi persentase yang besar.
Untuk perhitungan AC, tool memasukkan komponen power factor serta pendekatan reaktansi 0,08 ohm/km. Reaktansi biasanya kecil pada penampang di bawah 50 mm2, tetapi tetap dapat berpengaruh pada jalur AC yang panjang.
Memahami hasil AWG dan mm2
AWG adalah sistem ukuran kabel Amerika. Semakin kecil nomor AWG, semakin besar konduktornya. Sementara mm2 adalah luas penampang konduktor, bukan diameter luar kabel. Kalkulator selalu membulatkan hasil ke ukuran standar yang lebih besar.
| Ukuran AWG | Luas penampang | Ampacity tembaga 60°C | Ampacity aluminium 60°C |
|---|---|---|---|
| 14 AWG | 2,08 mm2 | 15 A | Tidak dipakai pada tabel ini |
| 12 AWG | 3,31 mm2 | 20 A | 15 A |
| 10 AWG | 5,26 mm2 | 30 A | 25 A |
| 8 AWG | 8,37 mm2 | 40 A | 35 A |
| 6 AWG | 13,30 mm2 | 55 A | 40 A |
| 4 AWG | 21,20 mm2 | 70 A | 55 A |
| 2 AWG | 33,60 mm2 | 95 A | 75 A |
| 1/0 AWG | 53,50 mm2 | 125 A | 100 A |
| 4/0 AWG | 107,20 mm2 | 195 A | 150 A |
Hal penting sebelum memasang kabel
- Panjang input adalah jarak satu arah. Tool otomatis menghitung jumlah konduktor sesuai jenis sistem.
- Gunakan arus maksimum kerja dan periksa lonjakan awal motor, inverter, kompresor, atau audio amplifier.
- Pasang sekering atau pemutus arus sedekat mungkin dengan sumber DC sesuai kemampuan kabel dan peralatan.
- Kabel yang dibundel, berada di ruang panas, atau masuk conduit biasanya membutuhkan derating tambahan.
- Jangan memakai diameter luar beserta isolasi sebagai luas konduktor. Periksa spesifikasi tembaga atau aluminium di dalam kabel.
Pertanyaan umum
Mengapa sistem 12 V membutuhkan kabel lebih besar?
Untuk daya yang sama, tegangan rendah membutuhkan arus lebih besar. Pada 12 V, penurunan 0,6 V sudah sama dengan 5%, sehingga panjang dan ketebalan kabel sangat berpengaruh.
Apakah ukuran yang lolos voltage drop pasti aman?
Belum tentu. Kabel juga harus lolos kemampuan membawa arus, suhu, cara pemasangan, rating isolasi, dan proteksi arus lebih. Karena itu tool memeriksa voltage drop dan ampacity secara terpisah.
Apakah kabel CCA sama dengan tembaga?
Tidak. CCA memiliki konduktivitas dan kemampuan arus yang berbeda dari tembaga murni. Jangan memilih opsi tembaga untuk kabel CCA tanpa data resistansi dan ampacity dari produsen.
Berapa batas voltage drop yang bagus?
Nilainya bergantung pada sistem dan aturan setempat. Sebagai titik awal, 3% sering dipakai untuk rangkaian sensitif atau penerangan, sedangkan beban lain dapat memiliki batas berbeda. Sistem baterai 12 V sering dibuat lebih ketat.
Acuan perhitungan
Rumus penurunan tegangan satu-fasa dan tiga-fasa mengacu pada Electrical Installation Guide dari Schneider Electric. Contoh batas voltage drop mengikuti panduan batas penurunan tegangan IEC. Data ampacity AWG menggunakan tabel 60°C, 75°C, dan 90°C dari NFPA NEC Table 310.16.
